Warga Lombok Timur Aksi Damai, Mendesak Polres Selidiki Dugaan Ujaran Kebencian Bupati Haerul Warisin

LOMBOK TIMUR— Pada Rabu, 6 Agustus 2026, ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Sahabat melakukan aksi damai di depan Mapolres Lombok Timur. Mereka berasal dari 21 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur dan menginginkan pihak kepolisian untuk segera menyelidiki serta mengambil tindakan terhadap individu yang diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Bupati H. Haerul Warisin melalui platform media sosial. Aksi ini mencerminkan keprihatinan masyarakat terhadap situasi yang dinilai mengancam kedamaian dan keamanan di daerah tersebut.
Ujaran Kebencian yang Mengganggu Ketentraman Masyarakat
Dalam demonstrasi tersebut, para peserta membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka mengungkapkan bahwa dugaan ujaran kebencian yang ditujukan kepada Bupati telah menciptakan keresahan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, mereka berharap penegakan hukum dilakukan dengan profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pentingnya Kritik yang Konstruktif
Koordinator aksi, Subhan, menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak kritik yang membangun terhadap kebijakan pemerintah. Ia menekankan bahwa kritik adalah bagian dari hak kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh hukum. Namun, ia menegaskan bahwa penghinaan atau ujaran kebencian yang menyerang secara personal tidak dapat diterima. “Kami adalah Aliansi Sahabat yang berasal dari 21 kecamatan di Lombok Timur. Kami sangat kecewa dengan tindakan oknum di media sosial yang diduga menyampaikan ujaran kebencian kepada Bupati H. Haerul Warisin,” ungkap Subhan dengan tegas.
Motivasi di Balik Aksi Damai
Subhan juga menekankan bahwa aksi ini merupakan ungkapan kepedulian masyarakat yang dilakukan secara sukarela. “Kami bergerak murni atas dasar hati nurani untuk Bupati Lombok Timur tanpa ada pihak yang mengarahkan gerakan ini,” tambahnya, menegaskan independensi gerakan tersebut.
Tuntutan Tegas untuk Penegakan Hukum
Selama aksi berlangsung, ribuan peserta secara bergantian menyampaikan tuntutan agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut. Seruan “Tangkap pelakunya!” terdengar jelas dan kuat di halaman Mapolres Lombok Timur, mencerminkan semangat kolektif masyarakat yang ingin melihat keadilan ditegakkan.
Dialog dengan Pihak Kepolisian
Setelah menyatakan aspirasi mereka, sejumlah perwakilan massa diizinkan untuk masuk ke ruang pertemuan guna berdialog dengan jajaran kepolisian. Dalam kesempatan ini, mereka menjelaskan bahwa laporan mengenai dugaan ujaran kebencian telah disampaikan kepada Polres Lombok Timur sejak 17 Juli 2026. Mereka berharap adanya tindak lanjut yang lebih signifikan terhadap laporan yang sudah diajukan.
Kurangnya Tindak Lanjut yang Memadai
Perwakilan massa mengungkapkan kekecewaan karena hingga saat ini belum ada perkembangan yang berarti dalam penanganan laporan tersebut. Oleh karena itu, aksi damai ini diadakan sebagai bentuk dorongan agar proses hukum dapat berjalan dengan lebih optimal. “Kami telah melapor kurang lebih satu bulan yang lalu, tepatnya 17 Juli 2026, terkait adanya pernyataan yang kami nilai sangat melukai perasaan terhadap Bapak Bupati. Namun hingga saat ini kami belum melihat tindak lanjut yang diharapkan. Itulah dasar kami melakukan aksi hari ini,” jelas seorang perwakilan massa.
Tanggapan dari Pihak Kepolisian
Menyikapi tuntutan tersebut, Kabag SDM Polres Lombok Timur yang menerima perwakilan massa menyatakan bahwa Kapolres Lombok Timur sedang menjalani kegiatan yang tidak dapat diwakilkan. Meskipun demikian, pihaknya berkomitmen untuk menyampaikan semua tuntutan dari peserta aksi serta mengoordinasikan tindak lanjutnya kepada jajaran terkait.
Harapan untuk Penanganan yang Profesional
Aliansi Sahabat berharap agar Polres Lombok Timur dapat menindaklanjuti laporan tersebut dengan cara yang profesional, transparan, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Massa juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah serta menggunakan media sosial secara bijak, tetap menghormati etika serta hukum yang berlaku. Aktivitas ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua pihak di Lombok Timur.




