SMSI Natuna Siap Dukung Pembangunan 70 Desa Melalui Program Jaga Desa yang Efektif

Pembangunan desa merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun sering kali kurang mendapatkan perhatian yang memadai. Di tengah tantangan yang dihadapi oleh banyak desa, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Natuna telah mengambil langkah proaktif untuk mendukung pembangunan di 70 desa yang ada di wilayahnya melalui Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). Dengan memanfaatkan peran media, SMSI berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan ini dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Komitmen SMSI Natuna Terhadap Pembangunan Desa
Ketua SMSI Natuna, Dhoni Papilius, menekankan bahwa media memainkan peranan penting dalam mendorong terciptanya pembangunan desa yang tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Dalam konteks ini, SMSI berperan sebagai pengawal dan pemantau bagi setiap program pembangunan yang dilaksanakan di desa-desa tersebut.
Pernyataan komitmen ini disampaikan dalam acara pengukuhan DPD-DPC ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa se-Kepulauan Riau, bersamaan dengan pelantikan Pokja Newsroom Jaksa Garda Desa SMSI. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Bintan Agro Resort, Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Peran Media dalam Mendorong Transparansi
“SMSI Natuna siap untuk mendampingi dan mengawal seluruh program pembangunan yang ada di 70 desa di Kabupaten Natuna. Kami ingin memastikan bahwa media bisa menjadi bagian integral dalam mendukung pembangunan desa yang tidak hanya transparan tetapi juga akuntabel,” ungkap Dhoni.
Dia juga menegaskan bahwa keterlibatan media bukanlah untuk mengambil alih fungsi pengawasan pemerintah atau aparat penegak hukum. Sebaliknya, tujuan utama adalah untuk memperkuat penyebaran informasi dan mendorong keterbukaan dalam pelaksanaan pembangunan desa.
Inisiatif Program Jaga Desa
Program Jaga Desa sendiri merupakan inisiatif dari Kejaksaan Agung RI yang bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pengawalan dalam pengelolaan pembangunan di tingkat desa. Melalui program ini, diharapkan setiap potensi masalah dapat diidentifikasi dan diatasi sejak dini, sehingga pembangunan dapat berjalan optimal.
Diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Umar, bahwa keberadaan Pokja Newsroom Jaksa Garda Desa merupakan upaya untuk memanfaatkan jaringan media yang luas dalam mendukung dan mengimplementasikan program ini secara efektif. “Program ini adalah bagian dari implementasi Program Jaksa Garda Desa yang diinisiasi oleh Kejaksaan Agung RI,” tambah Makali.
Struktur Kerja Terintegrasi
Makali menjelaskan bahwa Pokja Newsroom Jaksa Garda Desa akan dibangun dengan sistem kerja yang terintegrasi, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Dengan pola kerja yang sistematis ini, informasi mengenai perkembangan pembangunan dan berbagai masalah yang muncul di desa diharapkan dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat.
“Media memiliki jaringan yang luas hingga ke daerah. Oleh karena itu, keberadaan newsroom ini diharapkan dapat membantu dalam mengumpulkan dan menyebarkan informasi mengenai berbagai dinamika pembangunan desa,” ujarnya.
Peran Pokja Newsroom Jaksa Garda Desa
Ketua Pokja Newsroom Jaksa Garda Desa Kepri, Rinaldi Samjaya, juga menyampaikan harapannya agar organisasi yang dipimpinnya dapat berfungsi sebagai penghubung informasi dan mitra strategis bagi pemerintah serta Kejaksaan dalam mengawal pembangunan desa. “Kami berharap Pokja Newsroom Jaksa Garda Desa bisa menjadi jembatan informasi serta mitra strategis bagi pemerintah dan Kejaksaan untuk memastikan bahwa pembangunan desa berlangsung dengan transparan dan sesuai dengan ketentuan yang ada,” tutur Rinaldi.
Dia menekankan bahwa keterlibatan media dalam konteks ini dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan demikian, seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan desa dapat berkolaborasi secara efektif.
Menjaga Akuntabilitas dalam Pembangunan Desa
Dengan terbentuknya Pokja Newsroom Jaksa Garda Desa di tingkat daerah, SMSI berharap fungsi media tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi kepada publik. Namun, juga berperan aktif dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka dan bertanggung jawab.
Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, yang hadir dalam acara pelantikan tersebut, memberikan sambutan positif mengenai terbentuknya Pokja Newsroom Jaksa Garda Desa. Menurutnya, keberadaan media dalam ekosistem pembangunan desa sangat penting untuk mendukung upaya meningkatkan transparansi serta memperkuat komunikasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan.
Acara Pengukuhan dan Pelantikan
Kegiatan pengukuhan dan pelantikan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Umum SMSI, Yono Hartono, serta Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hendri Kurniadi. Selain itu, Wali Kota Tanjungpinang juga diwakili oleh Kepala Diskominfo Tanjungpinang, Teguh Susanto, serta Danlanud Hang Nadim Batam yang diwakili oleh Kasiter Lanud Hang Nadim, Kapten Kal Prapto Sudarsono.
Dengan komitmen dan langkah-langkah strategis yang diambil oleh SMSI Natuna, diharapkan pembangunan di 70 desa dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, serta menciptakan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan media dalam mengawal pembangunan desa. Melalui kolaborasi ini, diharapkan munculnya desa-desa yang lebih mandiri, transparan, dan berdaya saing.
