slot depo 10k slot depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Deli Serdang - Binjai - Langkat

Mahasiswa STMIK Methodist Binjai Diberikan Pelatihan Mengatasi Kecanduan Game Online dan Teknik Lawan Judol

Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk kecanduan game online. Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di Ruang Seminar STMIK Methodist Binjai, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, baru-baru ini menjadi langkah proaktif untuk memahami dan mengatasi masalah ini. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang risiko yang ditimbulkan oleh judi online dan pentingnya literasi digital.

Pentingnya Literasi Digital di Kalangan Mahasiswa

Dalam lingkungan yang dipenuhi teknologi, mahasiswa perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara menggunakan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab. Pelatihan ini tidak hanya menyoroti bahaya yang terkait dengan judi online dan kecanduan game online, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai literasi digital. Literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Mahasiswa diajarkan untuk:

  • Membedakan antara penggunaan teknologi yang bermanfaat dan aktivitas digital berisiko.
  • Mengetahui cara mengelola waktu dengan bijak saat menggunakan gadget.
  • Memahami konsekuensi dari kecanduan game online dan judi.
  • Meningkatkan keterampilan digital untuk mendukung pengembangan diri.
  • Menjadi pengguna teknologi yang produktif dan kreatif.

Self-Paced Learning: Pendekatan yang Efektif

Program pelatihan ini juga mengenalkan metode Self-Paced Learning, yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara mandiri. Dengan pendekatan ini, mereka dapat mengatur waktu dan cara belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Harapannya, mahasiswa akan terdorong untuk secara aktif mengembangkan keterampilan digital mereka tanpa tekanan eksternal.

Frans Hendra Suryanta Sembiring ST MSM, yang mewakili BBLSDM Komdigi Medan, menekankan bahwa kerjasama antara lembaga pendidikan dan pemerintah sangat penting. Edukasi yang tepat akan membantu generasi muda menghadapi tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi yang cepat.

Risiko Kecanduan Game Online dan Judi

Kecanduan game online telah menjadi isu serius di kalangan mahasiswa. Meskipun permainan ini bisa menjadi sarana hiburan, penggunaannya yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Michael Hariara Simanjuntak, Ak.S.Akun. MPPM, sebagai narasumber, menggarisbawahi pentingnya mengenali risiko yang terkait dengan judi online dan game.

Dalam presentasinya yang bertemakan “Stop Judol, Atur Game, dan Upgrade Skill”, mahasiswa diajari untuk:

  • Mengenali dampak negatif dari kecanduan game dan judi online.
  • Mengatur waktu bermain game dengan bijak.
  • Berpindah ke kegiatan yang lebih produktif dan mendukung pengembangan diri.
  • Menggunakan teknologi sebagai alat untuk belajar.
  • Mengembangkan keterampilan baru yang relevan dengan dunia kerja.

Membangun Karakter Digital yang Positif

Ketua STMIK Methodist Binjai, Dr Ramen A. Purba MKom, menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan teknologi yang cepat. Dia percaya bahwa sebagai generasi yang akrab dengan teknologi, mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.

“Mahasiswa perlu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendukung pengembangan diri, bukan penghambat,” ujarnya. Dia juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital sebagai salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa di era digital ini.

Komitmen STMIK Methodist Binjai

STMIK Methodist Binjai menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia digital. Ramen menambahkan bahwa melalui sosialisasi dan program Self-Paced Learning, mahasiswa diharapkan dapat menggunakan teknologi dengan cara yang sehat, aman, dan produktif.

“Kami berharap mahasiswa dapat menjauhi judi online dan mengendalikan aktivitas bermain game. Ini penting untuk meningkatkan literasi dan keterampilan digital mereka, agar siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” tambahnya.

Kontribusi untuk Masyarakat

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan generasi muda yang cerdas digital, produktif, dan berkarakter. Ramen menekankan bahwa kerjasama antara STMIK Methodist Binjai dan BBLSDM Komdigi Medan adalah langkah konkret dalam membangun kesadaran akan penggunaan teknologi yang positif.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pentingnya Kesadaran Digital

Kesadaran akan penggunaan teknologi yang bijak adalah kunci untuk menghindari jebakan kecanduan game online. Dalam pelatihan ini, mahasiswa diajarkan untuk:

  • Menetapkan batasan waktu untuk bermain game.
  • Mencari alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan komunitas.
  • Mengembangkan hobi baru yang mendukung pembelajaran.
  • Berinteraksi dengan orang lain secara langsung untuk mengurangi ketergantungan pada dunia maya.

Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih memahami dan menghargai pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu menghindari risiko yang dihadapi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan mereka.

Manfaat Jangka Panjang dari Pelatihan Ini

Pelatihan seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di era digital. Dengan memahami bagaimana cara mengelola waktu dan teknologi, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Selain itu, mereka akan lebih mampu berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih cerdas digital.

Praktik baik yang diajarkan dalam pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang pasif, tetapi juga menjadi pencipta yang aktif dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan.

Kesimpulan: Membangun Masa Depan Digital yang Sehat

Dengan pelatihan yang dilakukan di STMIK Methodist Binjai, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi tantangan digital dengan cara yang cerdas dan bertanggung jawab. Mereka diharapkan dapat menjauhi kecanduan game online dan judi, serta menggunakan teknologi untuk mengembangkan diri.

Melalui pendekatan literasi digital dan pengelolaan waktu yang baik, mahasiswa akan dapat mengoptimalkan potensi mereka dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Dengan komitmen yang kuat dari lembaga pendidikan dan dukungan dari pemerintah, masa depan generasi muda dalam dunia digital diharapkan akan lebih cerah dan produktif.

Back to top button