slot depo 10k slot depo 10k

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

Komunitas kreatif hobi digital mahjong ways di tengah teknologi

Mahjong ways komunitas kreatif dan perkembangan teknologi

Wild bandito kembali masuk perbincangan komunitas online mbg

Wild bandito menjadi salah satu game yang sering diperbincangkan mbg

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus golden scatter adventure dengan peluang terbaik

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus golden spin adventure dengan kejutan menarik

Pola RTP live terupdate untuk performa game lebih optimal

Rahasia pola RTP untuk performa lebih stabil

Starlight princess menyajikan karakter fantasi dalam latar galaksi yang indah

Slot habanero mengusung konsep tropis dengan ilustrasi yang berwarna

Slot online hadirkan bagikan hadiah kemerdekaan fortune glory journey dengan kejutan harian

Pragmatic Play sajikan bagi-bagi kejutan jade crown parade dengan peluang menarik

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus golden legend adventure dengan peluang modern

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus golden prize adventure dengan kejutan premium

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus dream crown celebration dengan hadiah premium

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus heavenly crown celebration dengan sensasi unik

Slot PGSoft sajikan bonus emerald pearl festival setiap hari

Gates of Gatot Kaca tawarkan bonus mighty power event yang menakjubkan

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus diamond empire vault dengan hadiah eksklusif

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus pirate empire vault dengan peluang premium

Baccarat studi komparatif berbasis data dan observasi untuk pengambilan keputusan yang lebih bijak

Disiplin kajian komprehensif terhadap pola perilaku pemain melalui analisis kuantitatif dan kualitatif

Analisis mendalam strategi the dog house kini bulan kemerdekaan deddy corbuzier keamanan transaksi online

Ulas performa akselerasi wild west gold belakangan ini bulan kemerdekaan anis baswedan regulasi platform digital

Evolusi teknologi berbasis ai mahjong ways membantu memahami studi transformasi big data global

Studi big data pragmatic play membantu memahami evolusi transformasi teknologi global

Starlight princess mengapa pendekatan terukur lebih sering dianjurkan untuk pengambilan keputusan yang lebih bijak

Volatilitas membangun rencana yang fleksibel dan terstruktur dengan pendekatan multidisiplin

Panduan pasti menang starlight princess super wild prabowo tongkat sihir ajaib mbg

Trik rahasia bandit wild bandito super wild prabowo amankan saldo kemenangan mbg

Starlight Princess tawarkan bagikan hadiah kemerdekaan zeus crown journey dengan hadiah melimpah

Super scatter sajikan bagi-bagi kejutan wild treasure storm dengan kejutan harian

Mahjong ways menghadirkan ornamen asia dengan desain visual yang khas

Slot PGSoft menghadirkan koleksi game dengan beragam tema kreatif

Cara menghitung estimasi kemenangan dalam satu sesi

Ulasan pola maxwin yang sedang trending di internet

Slot PGSoft menyajikan koleksi tema game dengan desain visual beragam

Slot habanero menghadirkan konsep tropis dengan gaya ilustrasi yang unik

Mahjong ways menampilkan nuansa budaya asia dengan simbol yang khas

Gates of olympus menghadirkan latar mitologi yunani dengan visual menawan

Starlight princess menyuguhkan dunia fantasi bintang yang penuh warna

Wild bounty mengusung konsep petualangan western dengan ilustrasi khas

Kerangka berpikir logis mengupas transformasi formasi simbol fokus kajian

Mengupas fenomena transformasi dinamis pada sistem acak probabilitas kontemporer

Arsitektur digital membawa mahjong ways 2 menuju pengalaman baru

Ekosistem teknologi memberikan ruang terintegrasi bagi mahjong ways

Strategi bermain slot online untuk memahami pola dan volatilitas

Evolusi transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi berbasis ai

Kejutan spesial starlight christmas super wild prabowo perkalian langit mbg

Starlight princess kembali menarik perhatian komunitas online mbg

Strategi mahal gates of olympus super wild prabowo buru petir x500 terbaik mbg

Kode eksklusif lucky neko super wild prabowo kucing hoki bawa cuan mbg

Trik paling dicari lucky neko super wild prabowo banjir simbol hoki mbg

Gates of olympus mengangkat karakter mitologi dalam latar yang epik

Habanero tawarkan bagikan hadiah kemerdekaan lucky ruby kingdom dengan peluang menarik

Studi dinamika teknologi berbasis ai pragmatic play membantu memahami evolusi transformasi global

Eksplorasi slot online habanero dengan strategi efektif dan hasil optimal

Kupas tuntas monitoring fortune tiger terkini bulan kemerdekaan najwa shihab pengawasan media sosial

Soroti tren observasi starlight princess pekan ini bulan kemerdekaan joko widodo tren game online

Strategi ciamik mahjong ways super wild prabowo kuasai runtuhan emas mbg

Kajian slot online pragmatic play dengan pola sederhana dan hasil terbaik

Mahjong ways dan komunitas kreatif hobi digital

Eksplorasi slot online pg soft dengan strategi populer dan server stabil

Simulasi membangun rencana yang fleksibel dan terstruktur dengan pendekatan multidisiplin

Daftar slot online populer dengan tema petualangan dan mitologi

PGSoft hadirkan bagi-bagi kejutan scatter ruby kingdom dengan hadiah beruntun

Tips memanfaatkan RTP live untuk performa lebih baik

Slot habanero menghadirkan ilustrasi unik dengan pilihan tema beragam

Strategi evaluasi pengalaman pengguna melalui pendekatan ilmiah tanpa mengabaikan faktor manusia

Strategi memahami RTP slot online untuk pengalaman bermain yang lebih baik

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

Opini

Evaluasi Menyeluruh Pemborosan Anggaran PBAK untuk Meningkatkan Efisiensi Anggaran UIN Mataram

Menghadapi realitas pendidikan yang semakin kompleks, penting untuk mengevaluasi secara mendalam segala kebijakan yang diterapkan di institusi pendidikan tinggi. Dalam konteks ini, pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN Mataram menjadi sorotan utama. Sebagai Ketua Umum HMI Komisariat FEBI UIN Mataram, saya merasa perlu untuk mengungkapkan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan ini. Kritik ini tidak muncul dari penolakan terhadap PBAK, melainkan dari keinginan untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut tetap memegang prinsip efektivitas dan efisiensi, serta memberikan perhatian yang lebih pada kebutuhan mahasiswa.

Urgensi Pelaksanaan PBAK dalam Tiga Gelombang

Salah satu pertanyaan krusial yang mesti dijawab oleh pihak kampus adalah: mengapa PBAK harus dilaksanakan dalam tiga gelombang yang terpisah? Jika tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan mahasiswa baru kepada berbagai aspek yang ada di kampus, seperti sistem perkuliahan dan budaya akademik, maka logikanya seluruh proses tersebut bisa dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan yang terpadu. Tak ada argumen yang cukup kuat untuk membenarkan perlunya mahasiswa berkumpul berkali-kali dalam kegiatan yang substansinya serupa.

Praktik yang Bertolak Belakang dengan Efisiensi Anggaran

Di tengah tuntutan negara untuk melaksanakan efisiensi anggaran dan meminimalisir belanja yang tidak produktif, seharusnya institusi pendidikan tinggi memberikan teladan yang baik. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Kampus terlihat melakukan praktik yang bertentangan dengan semangat efisiensi tersebut. Selama ini, kampus mengajarkan kepada mahasiswa mengenai pentingnya efektivitas dan manajemen anggaran. Ironisnya, dalam kebijakan internal, kita justru menyaksikan kegiatan yang berulang yang berpotensi menghabiskan lebih banyak biaya, waktu, dan energi.

PBAK yang dilaksanakan dalam tiga jilid ini patut dipertanyakan lebih lanjut. Setiap kegiatan membutuhkan anggaran operasional yang tidak sedikit, mencakup berbagai kebutuhan, seperti perlengkapan, konsumsi, dan biaya kepanitiaan. Semua ini menimbulkan pertanyaan: apakah manfaat yang diperoleh sebanding dengan sumber daya yang dikorbankan?

Budaya Seremonial vs. Kualitas Pendidikan

Kampus seharusnya tidak terjebak dalam budaya seremonial yang lebih mengutamakan kemegahan acara dibandingkan substansi pendidikan. Mahasiswa baru membutuhkan kejelasan informasi dan kualitas pembinaan, bukan sekadar seremoni yang tidak memberikan dampak signifikan terhadap pendidikan mereka. Kebijakan semacam ini juga menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi ekonomi mahasiswa yang beragam. Banyak di antara mereka berasal dari latar belakang yang kurang mampu dan harus menghitung setiap rupiah yang mereka keluarkan untuk kuliah.

Biaya Tambahan yang Membebani Mahasiswa

Ketika PBAK diselenggarakan dalam tiga tahap, mahasiswa harus mengeluarkan biaya transportasi dan konsumsi yang lebih banyak, serta mengorbankan waktu mereka. Meskipun tampaknya biaya tambahan ini kecil, bagi mahasiswa dari keluarga petani, buruh, atau masyarakat kelas menengah ke bawah, setiap pengeluaran tambahan menjadi beban yang harus diperhitungkan. Oleh karena itu, kampus seharusnya lebih memahami realitas sosial ini dan tidak menambah beban melalui kegiatan yang efektivitasnya diragukan.

Menjawab Tuntutan Masyarakat untuk Efisiensi

Kebijakan yang mengharuskan pelaksanaan PBAK dalam tiga jilid muncul di saat masyarakat menuntut lembaga publik untuk lebih hemat dan rasional dalam menggunakan anggaran. Negara sedang melakukan efisiensi di berbagai sektor, sementara kampus justru memperpanjang kegiatan yang tidak mendesak. Ini menimbulkan pertanyaan yang sangat wajar di kalangan publik: apakah PBAK dalam tiga jilid ini benar-benar merupakan kebutuhan akademik atau sekadar kebutuhan seremonial?

Evaluasi Kebutuhan Mahasiswa

Kampus perlu mempertimbangkan apakah kegiatan ini disusun berdasarkan kebutuhan riil mahasiswa atau hanya berdasarkan keinginan penyelenggara. Apakah ada kajian akademik yang menunjukkan bahwa pelaksanaan dalam tiga jilid ini lebih efektif dibandingkan dengan satu kegiatan yang terintegrasi? Jika tidak ada jawaban yang memadai untuk pertanyaan-pertanyaan ini, maka publik berhak menilai bahwa kebijakan ini mencerminkan ketidakefisienan dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan.

Mahasiswa bukan sekadar objek yang hadir untuk memenuhi kuota peserta. Mereka adalah subjek pendidikan yang berhak mendapatkan kebijakan yang rasional, transparan, dan berpihak pada kepentingan mereka. Saya khawatir, jika pola semacam ini terus berlanjut, akan terbentuk budaya birokrasi yang tidak sehat, di mana semakin banyak kegiatan dianggap semakin baik. Padahal, ukuran keberhasilan seharusnya didasarkan pada kualitas hasil yang dicapai, bukan kuantitas kegiatan yang dilaksanakan.

Menjadi Contoh dalam Efisiensi

Kampus seharusnya dapat menjadi contoh bagaimana sebuah organisasi beroperasi secara efektif dengan biaya yang efisien. Bukan menjadi contoh bagaimana suatu kegiatan diperpanjang tanpa alasan yang jelas. Oleh karena itu, PBAK perlu dievaluasi secara menyeluruh. Kampus harus membuka ruang dialog dengan mahasiswa untuk menjelaskan secara transparan alasan di balik pelaksanaan tiga jilid tersebut.

Pendidikan yang Efisien dan Berkualitas

Jika tujuan utama dari PBAK adalah pendidikan, maka format kegiatan harus disederhanakan dan substansinya diperkuat. Jika fokusnya adalah pengenalan akademik, maka materi yang diajarkan perlu disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Dan jika kampus ingin menunjukkan efisiensi kepada mahasiswa, maka kebijakan yang diterapkan harus mencerminkan efisiensi itu secara nyata.

Adalah tidak mendidik jika mahasiswa diajarkan tentang penghematan di dalam kelas, tetapi dipraktikkan dengan cara yang justru menunjukkan pemborosan dalam pelaksanaan kegiatan kampus. Kampus sebagai pusat intelektual dan rumah nalar kritis harus siap untuk diuji melalui akal sehat dan logika akademik.

Pertanyaan yang Masih Menggantung

Sampai saat ini, saya masih mempertanyakan satu hal yang belum terjawab: mengapa satu tujuan yang sama harus dicapai melalui tiga kegiatan yang berbeda, padahal satu kegiatan yang efektif sudah cukup? Jika tidak ada jawaban yang rasional, maka kritik terhadap PBAK dalam tiga jilid bukan sekadar kritik mahasiswa, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga agar kampus tetap berpegang pada prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada mahasiswa. Pendidikan tinggi tidak boleh menjadi arena pemborosan yang dibungkus dengan nama kegiatan akademik; kampus harus berani memberi teladan, bukan hanya ceramah tentang efisiensi.

Oleh: Juliyanto Purnomo, Ketua Umum HMI Komisariat FEBI UIN Mataram

Back to top button