Akhmad Syarifuddin Menjadi Pemimpin DMI Kota Palopo untuk Periode 2026–2031

Di tengah dinamika perkembangan sosial dan keagamaan di Kota Palopo, sebuah langkah signifikan telah diambil dengan dilantiknya Akhmad Syarifuddin sebagai pemimpin Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palopo untuk periode 2026–2031. Dalam era yang penuh tantangan ini, peran DMI sebagai penggerak utama dalam komunitas masjid diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan pengalaman dan visi yang kuat, Akhmad Syarifuddin siap membawa perubahan dan memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial.
Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DMI Kota Palopo
Pelantikan Akhmad Syarifuddin berlangsung di Gedung Opu Daeng Risaju pada Selasa sore, 15 September 2026. Momen bersejarah ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta tokoh agama, yang menunjukkan dukungan luas terhadap kepemimpinan baru ini.
Pemimpin Pimpinan Wilayah DMI Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, memimpin langsung proses pelantikan dan pengukuhan pengurus DMI Kota Palopo. Sekitar 100 orang dilantik untuk mengisi posisi dalam kepengurusan, yang akan bekerja sama selama lima tahun ke depan untuk menjalankan program-program strategis.
Program Kerja dan Struktur Organisasi
Setelah prosesi pelantikan, langkah awal yang akan diambil oleh pengurus baru adalah menyusun program kerja yang komprehensif. Ini termasuk rencana untuk memperluas struktur organisasi DMI hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan masjid. Dengan demikian, diharapkan semua elemen masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan yang diadakan oleh DMI.
Aswin Djidar, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris DMI Kota Palopo, menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan akan dilakukan di sembilan kecamatan di Kota Palopo. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan konsolidasi yang lebih baik di dalam organisasi.
- Pengembangan struktur organisasi hingga tingkat kelurahan dan masjid.
- Penyusunan program kerja yang melibatkan partisipasi masyarakat.
- Konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran masjid.
- Peningkatan kapasitas pengurus di berbagai tingkat.
- Inisiatif untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial.
Visi Akhmad Syarifuddin untuk DMI Kota Palopo
Dalam sambutannya, Akhmad Syarifuddin menekankan bahwa masjid di Kota Palopo memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai pusat pembinaan umat. Dengan jumlah masjid yang mencapai antara 200 hingga 300, ia melihat ini sebagai amanah untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Ini adalah potensi besar bagi kita. Kita harus menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan sekaligus menjadi penggerak ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Akhmad. Visi ini mencerminkan harapan untuk menjadikan masjid sebagai tempat yang lebih dari sekadar ruang ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi.
Proyek Percontohan Pengelolaan Zakat
Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, DMI Kota Palopo juga berencana untuk melaksanakan proyek percontohan dalam pengelolaan keuangan dan zakat di masjid. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan contoh yang baik dalam tata kelola manajemen keuangan dan zakat, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami merancang proyek ini untuk meningkatkan tata kelola manajemen keuangan di masjid-masjid, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi umat,” tambah Akhmad. Melalui proyek ini, DMI berharap dapat memberikan edukasi dan pelatihan kepada pengurus masjid dalam mengelola dana zakat secara efektif.
Dukungan dari Masyarakat dan Pemangku Kepentingan
Pentingnya dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu kunci sukses dalam menjalankan program-program DMI Kota Palopo. Kehadiran Ketua PW DMI Sulsel, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, dan berbagai tokoh masyarakat menunjukkan komitmen untuk bersinergi dalam mengembangkan organisasi ini.
Akhmad juga mengungkapkan salam dari Wali Kota Palopo, Naili Trisal, yang tidak dapat hadir dalam acara tersebut. Dukungan dari pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat langkah DMI dalam menjalankan visi dan misinya.
Harapan untuk Masa Depan DMI Kota Palopo
Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, dalam sambutannya, berharap agar pengurus DMI Kota Palopo periode 2026–2031 dapat menjalankan amanah yang diemban dengan baik. Ia menekankan pentingnya kontribusi DMI dalam meningkatkan kemakmuran masjid dan kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Pelantikan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palopo, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palopo, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang solid untuk langkah-langkah baru yang akan diambil oleh DMI Kota Palopo.
Rencana Ke Depan DMI Kota Palopo
Melihat ke depan, DMI Kota Palopo memiliki berbagai rencana untuk membangun sinergi yang lebih baik dengan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi. Ini akan dilakukan melalui program-program kerja yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan keterlibatan mereka.
Pengurus DMI Kota Palopo berkomitmen untuk memperluas jangkauan program, termasuk pelatihan bagi pengurus masjid dan pengembangan kapasitas masyarakat dalam berbagai aspek. Melalui pendekatan ini, diharapkan masjid akan menjadi lebih relevan dan mampu memenuhi kebutuhan umat dalam konteks modern.
- Pelatihan manajemen untuk pengurus masjid.
- Program sosial untuk memberdayakan masyarakat.
- Peningkatan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan masjid.
- Inisiatif ekonomi berbasis masjid.
- Pengembangan program pendidikan di masjid.
Dengan semangat baru dan visi yang jelas, Akhmad Syarifuddin dan pengurus DMI Kota Palopo siap menghadapi tantangan yang ada. Diharapkan, kepemimpinan ini akan membawa perubahan positif yang akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Palopo. Melalui kerjasama dan dukungan dari semua pihak, DMI Kota Palopo dapat menjadi lebih kuat dan berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan masyarakat.

