Dua Generasi Berbeda Memperkuat Kontingen Kota Solok di Jambore Nasional

Dalam semarak perpisahan yang penuh antusias, kontingen Kota Solok memulai perjalanan mereka menuju Jambore Nasional (Jamnas) ke XII di Bumi Perkemahan Graha Wisata Wiladatika Cibubur. Momen ini, yang terjadi pada Senin (10/8), tidak hanya sekadar pelepasan, tetapi juga menyimpan kisah yang menarik antara dua generasi yang memiliki ikatan kuat melalui Pramuka.
Dua Generasi di Bawah Satu Bendera Pramuka
Tiga dekade silam, Iptu Dicky Saputra, S.H, yang kini menjabat sebagai Kapolsek X Koto Diatas, juga turut memperkuat kontingen Kota Solok dalam Jambore Nasional Pramuka yang ke-6. Kegiatan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, dari tanggal 26 Juni hingga 4 Juli 1996. Saat itu, Dicky masih seorang pelajar kelas 2 SMPN 4 Kota Solok, namun semangatnya sudah terlihat jelas.
Semangat Pramuka yang mengalir dalam darahnya menjadi pendorong utama bagi Dicky untuk bergabung dengan institusi POLRI. Ia menjalani karirnya dengan dedikasi tinggi, selaras dengan semboyan Pramuka, “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.” Menjadi anggota kepolisian adalah wujud nyata dari pengabdiannya kepada masyarakat.
Karir Dicky di POLRI
Dicky memulai perjalanan karirnya di Polres Solok, di mana ia berhasil meraih predikat Bhabinkamtibmas terbaik saat bertugas di Polsek Kubung. Dedikasinya membuahkan hasil yang gemilang, dan pada 6 Mei 2026, ia diamanahkan untuk memimpin di Polsek X Koto Diatas. Perjalanan karirnya di POLRI mencerminkan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Melanjutkan Tradisi Pramuka
Warisan Pramuka tidak hanya berhenti pada Dicky, tetapi juga diteruskan oleh putri ketiganya, Althafi Hilmanisa Khaira. Lahir di Solok pada 31 Mei 2012, Althafi mengikuti jejak sang Ayah dengan bergabung dalam kontingen Kota Solok untuk Jambore Nasional XII yang diadakan pada tahun 2026. Meskipun terdapat jarak waktu 30 tahun antara pengalaman Ayah dan Anak ini, keduanya memiliki kesempatan yang sama untuk menciptakan kenangan berharga di Bumi Perkemahan Graha Wisata Wiladatika Cibubur.
Peran Pembina dalam Perjalanan Pramuka
Menariknya, perjalanan Dicky dan Althafi dalam mengikuti Jambore Nasional ini tidak terlepas dari bimbingan yang sama. Mereka didampingi oleh Drs. Ali Musber, seorang pensiunan guru SMKN 1 Solok, yang juga aktif dalam kegiatan Pramuka dan menjabat sebagai pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Solok. Selain itu, Satria Arjuna juga menjadi bagian dari tim pembina yang mendukung keduanya. Ini menunjukkan bahwa semangat dan dedikasi Pramuka tetap terjaga melalui generasi yang berbeda.
Pada tahun 1996, saat Dicky mengikuti Jambore Nasional, ia berada dalam satu rombongan dengan Angku Yusril Khatib Dt. Khatib Pamuncak. Yusril, yang saat itu menjabat sebagai Lurah, juga merupakan seorang penggiat Pramuka yang aktif. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas Pramuka di Kota Solok memiliki jaringan yang kuat dan saling mendukung antar anggotanya.
Pelepasan Kontingen Kota Solok
Kontingen Jambore Nasional Kota Solok resmi dilepas oleh Walikota Ramadhani Kirana Putra, yang turut memberikan dukungan moral kepada para peserta. Mereka berangkat menuju lokasi menggunakan jalur darat dengan bus PO. TAM Pewe Class. Perjalanan mereka dimulai dengan semangat tinggi dan diharapkan dapat membawa pulang pengalaman berharga dan prestasi yang membanggakan.
Persiapan Menuju Jamnas
Berbagai persiapan dilakukan oleh kontingen Kota Solok untuk memastikan keikutsertaan mereka dalam Jambore Nasional kali ini. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, mereka telah mengikuti beberapa pelatihan dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para anggota Pramuka. Hal ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi di tingkat nasional.
- Pelatihan Keterampilan Dasar Pramuka
- Kegiatan Outbond untuk membangun kerja sama tim
- Pengembangan Kepemimpinan melalui simulasi
- Workshop tentang Kepramukaan dan Moralitas
- Latihan Fisik untuk meningkatkan ketahanan
Semua kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan memperkuat rasa kebersamaan di antara anggota kontingen. Dengan fondasi yang kuat, diharapkan mereka dapat tampil maksimal dan memberikan yang terbaik saat berlaga di Jambore Nasional.
Makna Jambore Nasional bagi Generasi Muda
Jambore Nasional bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berinteraksi, dan bertukar pengalaman. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri serta membangun jaringan sosial yang luas. Melalui Jambore, peserta diajarkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang sangat penting bagi masa depan mereka.
Selain itu, pengalaman yang didapat selama mengikuti Jambore Nasional akan membekali para peserta dengan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Mereka belajar bagaimana cara menyelesaikan masalah, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan bekerja sama dalam tim. Ini adalah investasi berharga bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin di masa depan.
Keterlibatan Keluarga dalam Pramuka
Keterlibatan keluarga dalam kegiatan Pramuka juga sangat penting. Dukungan dari orang tua dan anggota keluarga lainnya dapat memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pramuka. Dalam kasus Dicky dan Althafi, terlihat jelas bahwa semangat Pramuka telah menjadi budaya dalam keluarga mereka. Ini adalah contoh nyata betapa pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter dan nilai-nilai positif pada generasi mendatang.
Dengan dukungan keluarga, anak-anak tidak hanya merasa lebih percaya diri, tetapi juga mendapatkan bimbingan moral yang diperlukan dalam menjalani kegiatan kepramukaan. Hal ini menciptakan sinergi yang harmonis antara generasi yang lebih tua dan yang lebih muda dalam mengembangkan semangat kepramukaan.
Refleksi dari Perjalanan Kontingen Kota Solok
Pengalaman yang dirasakan oleh Dicky dan Althafi dalam mengikuti Jambore Nasional mencerminkan perjalanan yang penuh makna. Dari satu generasi ke generasi lainnya, mereka berhasil merajut kisah yang tak terlupakan dalam bingkai Pramuka. Ikatan keluarga yang kuat dan semangat untuk berkontribusi kepada masyarakat adalah nilai-nilai yang harus terus dijaga dan diwariskan.
Perjalanan kontingen Kota Solok ke Jambore Nasional kali ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang akan membentuk karakter dan kepribadian para pesertanya. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi anggota Pramuka yang baik, tetapi juga menjadi individu yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kesuksesan kontingen Kota Solok di Jambore Nasional sangat bergantung pada persiapan yang matang dan semangat juang yang tinggi. Dengan dukungan dari seluruh masyarakat, diharapkan mereka dapat membawa pulang prestasi yang membanggakan dan menjadikan pengalaman ini sebagai langkah awal untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.




