Petani Plasma Desa Gurun Tuo Adakan Aksi Unjuk Rasa dan Tutup Akses Jalan PT SAM

Pada hari Senin, 6 April 2026, puluhan petani plasma dari Desa Gurun Tuo dan Desa Rangkiling yang berada di Kecamatan Mandiangin melakukan aksi demonstrasi damai di simpang jalan yang mengarah ke lokasi produksi PT SAM. Aksi demonstrasi ini tidak hanya sekadar unjuk rasa, tetapi merupakan ungkapan kekecewaan yang mendalam dari para petani yang merasa dirugikan oleh kesepakatan yang tidak lagi dihormati oleh pihak perusahaan.
Motivasi di Balik Aksi Unjuk Rasa
Para petani plasma ini mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap hasil penjualan produk yang tidak lagi sesuai dengan kesepakatan awal. Dalam perjanjian yang telah disepakati sebelumnya, pola pembagian hasil seharusnya adalah 70% untuk petani dan 30% untuk perusahaan. Namun, kenyataannya, para petani merasa bahwa proporsi tersebut tidak lagi mencerminkan realitas ekonomi yang mereka hadapi.
Dalam pernyataan mereka, para petani mengungkapkan rasa heran dan frustrasi, karena meskipun mereka telah menyerahkan lahan yang cukup luas untuk kemitraan, pendapatan dari hasil panen yang mereka terima jauh dari harapan. Keadaan ini menciptakan kesenjangan antara kontribusi yang mereka berikan dan imbalan yang mereka terima, sehingga semakin memperdalam rasa ketidakpuasan.
Pernyataan Koordinator Aksi
Koordinator aksi, Zikri, menyampaikan orasi yang penuh semangat, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan akumulasi dari berbagai masalah yang telah lama tidak mendapatkan perhatian dari pihak perusahaan. “Tindakan kami hari ini adalah bentuk perjuangan para petani plasma yang selama ini belum mendapatkan kejelasan. Kami berharap agar permasalahan ini dapat segera dituntaskan,” ujarnya dengan penuh harap.
Situasi di Lokasi Aksi
Aksi demonstrasi ini sempat memanas ketika seorang pria yang mengaku sebagai pihak keamanan mendekati para petani dengan nada yang tinggi. Hal ini sempat memicu ketegangan di antara kedua belah pihak. Namun, situasi berhasil diredakan setelah pengamanan dari perusahaan dan aparat TNI hadir untuk menenangkan massa yang terlibat. Keberadaan aparat keamanan sangat penting dalam menjaga ketertiban selama berlangsungnya aksi ini.
Pihak pengamanan juga memberikan jaminan bahwa ada perwakilan dari manajemen PT SAM yang akan segera menemui para demonstran untuk melakukan dialog. Ini adalah langkah penting untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada dan mendengarkan aspirasi para petani secara langsung.
Menunggu Dialog dengan Pihak Perusahaan
Hingga pukul 10.30 WIB, perwakilan dari perusahaan belum terlihat hadir di lokasi aksi. Sementara itu, para petani tetap bertahan di depan portal jalan produksi, yang menyebabkan sejumlah truk pengangkut tandan buah segar (TBS) milik PT SAM terhambat dan belum dapat memasuki area perusahaan. Keberanian para petani untuk bertahan menunjukkan komitmen mereka dalam memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini terabaikan.
Dampak Aksi Unjuk Rasa
Aksi unjuk rasa ini memiliki dampak yang signifikan, tidak hanya untuk para petani plasma Desa Gurun Tuo, tetapi juga bagi seluruh komunitas yang terlibat dalam kemitraan dengan PT SAM. Ketidakpuasan yang dirasakan tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga pada keberlangsungan hubungan kemitraan yang telah terjalin. Jika tidak segera ditangani, bisa jadi akan memicu keretakan yang lebih besar di antara pihak-pihak yang terlibat.
- Pola pembagian hasil yang tidak sesuai
- Pendapatan petani yang jauh dari harapan
- Situasi yang sempat memanas di lokasi aksi
- Perwakilan manajemen PT SAM yang dijanjikan untuk berdialog
- Truk pengangkut TBS yang terhambat aksesnya
Situasi ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif antara petani dan pihak perusahaan. Tanpa adanya dialog yang konstruktif, kedua belah pihak akan terus berada dalam ketegangan yang dapat berdampak buruk bagi keberlangsungan kemitraan dan kesejahteraan petani.
Harapan ke Depan
Para petani plasma Desa Gurun Tuo berharap bahwa aksi ini akan membawa perubahan positif. Mereka percaya bahwa dengan bersatu dan menyuarakan ketidakpuasan mereka, pihak perusahaan akan lebih terbuka untuk mendengarkan dan mencari solusi yang saling menguntungkan. Aksi ini menjadi bukti bahwa petani plasma tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga sebagai pihak yang memiliki hak untuk diperhatikan dan dihargai.
Dengan harapan untuk mendapatkan kejelasan dan keadilan, para petani plasma akan terus berjuang demi hak-hak mereka. Aksi unjuk rasa ini adalah langkah awal untuk mendorong perusahaan agar kembali pada kesepakatan yang telah disepakati bersama. Dialog yang akan dilakukan diharapkan dapat menjadi titik temu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga kemitraan yang dibangun bisa berjalan dengan baik dan saling menguntungkan.