Kolaborasi Pemko Medan, Polri dan TNI Jamin Keamanan Masyarakat dalam Mudik Lebaran 2026

Menjelang perayaan Idul Fitri atau yang seringkali disebut sebagai momen mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kota Medan, Polri, dan TNI telah berkolaborasi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Sebuah pernyataan kuat ini diberikan oleh Rico Waas, setelah kehadirannya dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Toba 2026” yang dipimpin oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, di Mapolrestabes Medan.
Persiapan Maksimal Untuk Keamanan Mudik Lebaran 2026
Rico Waas menekankan bahwa Idulfitri tahun ini harus berlangsung dengan lancar dan tanpa gangguan, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan mudik dan yang akan tetap tinggal di Kota Medan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan bersama TNI dan Polri telah bersiap untuk menyambut Idulfitri dengan menyiapkan pelayanan maksimal, terutama dalam hal pengamanan.
“Harapan kami adalah kerjasama antara semua elemen pendukung pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat yang akan mudik,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa telah memberikan instruksi kepada pihak terkait untuk berkoordinasi dan secara aktif memantau keamanan lingkungan di wilayah pemukiman warga.
Persiapan Darurat dan Ketersediaan Bahan Pokok
Selain keamanan, Rico Waas juga memastikan kesiapsiagaan Damkar dan BPBD dalam menghadapi potensi kebakaran atau bencana alam. “Semua personel siap untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga, seperti kebakaran di area perumahan yang sepi maupun bencana yang tiba-tiba terjadi,” tuturnya.
Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar dan bahan pokok penting juga terjaga selama periode Hari Raya Idulfitri, berdasarkan laporan yang diterima dari PT Pertamina. Harga rata-rata komoditas di pasar Medan juga terpantau stabil.
Ketersediaan Stok Pangan
“Meskipun ada kenaikan harga di beberapa komoditas, namun untuk protein utama seperti ayam dan daging sapi relatif stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan stok pangan,” tambahnya.
Operasi Terpusat “Ketupat Toba 2026”
Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Toba 2026” diadakan secara serentak di seluruh Indonesia, berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Ada beberapa poin penting yang ditekankan oleh Jean Calvijn Simanjuntak, termasuk memastikan stok BBM dan LPG yang cukup.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan hanya membeli sesuai kebutuhan,” tegas Jean Calvijn Simanjuntak. Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan, pemerintah telah mempersiapkan beberapa skenario yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB), termasuk rekayasa lalu lintas, pembatasan angkutan barang, dan fasilitas istirahat bagi warga yang melakukan mudik.
Fasilitas dan Pelayanan Selama Mudik
“Di Kota Medan, Polrestabes Medan telah menyiapkan 13 Pos Pam, 1 Pos Pam Terpadu dan 1 Pos Pelayanan yang tersebar di 13 titik. Masyarakat diizinkan untuk menggunakan fasilitas ini,” ucap Jean Calvijn Simanjuntak, seraya menambahkan bahwa Polri juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi warga yang akan mudik di setiap Polres.
Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Toba 2026” ini ditandai dengan penyematan pita tanda operasi dan dilanjutkan dengan pengecekan pasukan dan kendaraan dinas yang akan digunakan. Apel ini diikuti oleh aparatur gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kota Medan, Basarnas, Pramuka, dan berbagai mitra kamtibmas.