Artikel

Misteri dan Ciri-ciri Lokasi Atlantis

Lokasi Atlantis, Atalantis, atau Atlantika masih masih misteri yang belum terpecahkan oleh para ahli dari seluruh dunia hingga saat ini. Referensi tentang Atlantis ini dikemukakan oleh Plato yang terdapat dalam buku Timaeus dan Kristias.

Deskripsi Plato tentang Atlantis ini di Eropa menginspirasikan karya-karya penulis zaman Renaissance, seperti “New Atlantis” karya Francis Bacon. Atlantis juga memengaruhi literatur modern, dari fiksi ilmiah hingga buku komik dan film. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju (dan hilang).

Ciri Atlantis Menurut  Buku Timaeus

1. Pada suatu tempat yang jauh di “Samudera Atlantik” (pemahaman Yunani kuno)

2. Jalan menuju pulau-pulau lain

3. Dapat mencapai benua di seberangnya yang meliputi samudera yang sebenarnya

4. Pulau kotanya ada di laut yang dikelilingi oleh benua tak terbatas, yang lainnya adalah samudera yang nyata.

5. Kota itu terdapat didepan sebuah selat.

6. Laut di ibukota Atlantis “sekarang” (waktu Solon) tidak dapat dilewati dan ditembus karena adanya “beting tanah liat” (terumbu karang), akibat “penurunan” pulau (kenaikan permukaan laut).

7. Bekas kotanya sekarang berada dibawah laut.

8. Peradaban maju pada zamannya.

Inilah kisah Atlantis oleh Plato dalam Buku Timaeus:

Di muka Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat agung, dari sana kalian bisa pergi ke pulau lainnya, di muka pulau-pulau itu merupakan seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu merupakan kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang agung dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak hingga sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara agung yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.”

Ciri Atlantis Menurut Kritias:

9. Bentang daratan seluruh negeri, di wilayah pada sisi samudera, adalah menjulang tinggi dan terjal.

Baca  46 Taman Nasional di Indonesia : Benteng Keragaman Hayati Nusantara

10. Beriklim dua musim – “panas” (kemarau) dan “dingin” (hujan)

11. Berlimpah air berkat curah hujan yang tinggi

12. Iklim dengan suhu udara yang amat nyaman

13. Tanahnya subur, terbaik untuk kayu-kayuan, pertanian dan peternakan

14. Berlimpah makanan untuk setiap satwa, liar maupun jinak, untuk mempertahankan peradaban dan menciptakan angkatan perang (sekitar 20 juta orang)

15. Keragaman flora dan fauna yang sangat luas

16. Gajah, kuda, “banteng” dan lumba-lumba

17. “Buah” yang berkulit keras, menghasilkan air yang dapat diminum, daging dan minyak urap

18. Hasil bumi yang dibusukkan dengan dipelihara, untuk cuci mulut setelah makan malam

19. Akar-akaran, daun-daunan, kayu-kayuan dan esens disuling dari “buah” dan bunga

20. Hasil bumi yang dibudidayakan, dikeringkan, untuk makanan dan lainnya, digunakan sebagai makanan pokok – nama umumnya “butiran curah”

21. Sejenis kastanye, yang memberikan kesenangan dan hiburan

22. Semua hasil bumi itu menakjubkan dan dalam kelimpahan tak terbatas

23. Emas

24. Perak

25. Timah

26. “Kuningan”/”perunggu” (tembaga, timah dan seng)

27. “Orichalcum”, mineral lebih berharga dari apa pun kecuali emas, gemerlap, berwarna merah

28. “Orichalcum” digali dari bumi di banyak bagian daratan

29. Di dekat dan di sekitar kota terdapat dataran yang rata.

30. Datarannya halus dan tidak bergelombang.

31. Datarannya dikelilingi oleh pegunungan yang menurun menuju laut.

32. Datarannya mengarah ke selatan, terlindung dari utara.

33. Datarannya dikelilingi oleh sederetan pegunungan besar dan kecil yang indah, dengan desa-desa dan rakyat yang makmur, sungai, rawa dan padang rumput.

Baca  Proses Pemugaran Candi

35. Pada datarannya terdapat berbagai macam kayu – berlimpah untuk setiap macam karya.

36. Bentuk umum datarannya adalah persegi panjang dan lonjong.

37. Datarannya membentang dalam arah memanjang 3.000 stadium (± 555 km), melintang 2.000 stadium (± 370 km).

38. Saluran keliling adalah luar biasa besarnya, tak diduga bahwa itu buatan.

39. Saluran keliling dalamnya 100 kaki (± 30 m), lebarnya 1 stadium (± 185 m), panjangnya 10.000 stadium (± 1.850 km).

40. Saluran keliling memperoleh aliran dari pegunungan.

41. Saluran pedalaman adalah lurus, lebarnya sekitar 100 kaki (30 m), intervalnya sekitar 100 stadium (18,5 km) dan bermuara kedalam saluran keliling.

42. Terusan digali dari saluran pedalaman yang satu ke yang lain.

43. Saluran pedalaman dan terusan digunakan untuk mengangkut kayu dan hasil bumi menggunakan kapal.

44. Saluran irigasi menyadap dari saluran yang lain.

45. Saluran irigasi mengairi lahan di “musim panas” (musim kemarau) sementara di “musim dingin” (musim hujan) mendapatkan air dari hujan, menghasilkan dua kali panen dalam setahun.

46. Di dan di sekitar kota terdapat dataran dan semua saluran bertemu di kota dan bermuara ke laut.

47. Sebuah bukit kecil (pulau pusat) dan sebuah dataran rata yang luas di dekat laut dapat dicapai dengan kapal dan perahu dari laut.

48. Mata air panas dan dingin

49. Batu-batu berwarna putih, hitam dan merah

50. Batuan dilubangi untuk atap galangan ganda

51. “Poseidon” (dewa laut atau air, penata hukum pertama, berkendaraan makhluk laut, dewa tertinggi di masa awal)

52. Candi atau piramida

53. Kegiatan maritim

Ciri Atlantis Menurut Timaeus dan Kritias

54. Lebih besar dari gabungan “Libya” dan “Asia” (Asia Kecil) (pemahaman Yunani kuno)

Baca  Kalender Jawa [year]

55. Ada beberapa pulau di laut itu.

56. Kotanya berada di seberang tugu batas, orang Yunani (kuno) menyebutnya “Tugu Herakles”.

57. “Herakles” (anak dewa tertinggi Zeus, kelahirannya tidak senonoh, memiliki selera yang tak terpuaskan, sangat kasar, brutal dan keras)

58. Hancur 9.000 tahun sebelum Solon (sekitar 11.600 tahun lalu)

59. Gempa dan “banjir” dari laut (tsunami)

60. Tenggelam tanpa henti (kenaikan permukaan laut pasca-glasial)

Enam puluh ciri Atlantis di atas di sarikan oleh Dhani Irwanto dari buku Timaeus dan Kristias.

Dugaan Lokasi Atlantis

Tentang lokasi Atlantis para ilmuwan tidak memiliki satu suara, jadi tentang lokasi masih banyak alternatif. Bagi ilmuwan Barat secara umum mengganggap Atlantis berada disekitar Samudera Atlantik, tapi sejak ARyos Santos mengemukakan teorinya tentang Atlantis di Indonesia maka bagi sejak saat itu kecendrungan Atlantis di Nusantara semakin kuat berdasarkan ciri-ciri Atlantis yang dikemukan Plato.

Lokasi yang diduga sebagai lokasi Atlantis adalah sebagai berikut:

Eropa: Al-Andalus(Spanyol), Kreta dan Santorini, Turki, Di dekat Siprus, Malta, Sardinia, Troya, Inggris, Irlandia, Denmark, Finlandia, Laut Utara, Estremadura(Portugal), Swedia, Lauat Hitam (Perbatasan Eropa dan Asia)

Samudra Atlantik: Kepulauan Canary dan Tanjung Verde, Kepulauan Azores

Antarktika

Indonesia : Laut Jawa dan Selatan Jawa

Amerika Tengah dan Selatan: Isla de la Juventud dekat Kuba, Meksiko, Tepi Bahama dan Karibia, Bolivia

Catatan:

Critias atau Kritias adalah seorang filsuf yang termasuk golongan sofis. Beberapa filsuf lain yang dikenal sebagai kaum sofis adalah Protagoras, Gorgias, Prodikos,

Timaios dan Kritias, ditulis pada tahun 360 SM, yang berisi referensi pertama keberadaan Atlantis

Dua dialog Plato, Timaios dan Kritias, ditulis pada tahun 360 SM, buku ini diiterjemahkan oleh Jowett, Benjamin (1817-1893)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker