Danau

Danau Sentani dan Misteri Star Gate

Danau Sentani di Jayapura, Papua terletak antara 20.33 hingga 2041 LS dan 1400.23 sampai 1400 38 BT. Berada 70 – 90 m diatas permukaan laut. Terletak juga diantara pegunungan Cyclops. Merupakan danau Vulkanik. Sumber airnya berasal dari 14 sungai besar dan kecil dengan satu muara sungai, Jaifuri Puay. Diwilayah barat, Doyo lama dan Boroway, kedalaman danau sangat curam. Sedangkan sebelah timur dan tengah, landai dan dangkal, Puay dan Simporo. Disini juga terdapat hutan rawa di daerah Simporo dan Yoka.

Dalam beberapa catatan disebutkan, dasar perairannya berisikan substrat lumpur berpasir (humus). Pada per-airan yang dangkal, ditumbuhi tanaman pandan dan sagu. Luasnya sekitar 9.360 Ha dengan kedalaman rata rata 24,5 meter. Disekitaran danau ini terdapat 24 kampung. Tersebar dipesisir dan pulau-pulau kecil yang ada ditengah danau. (Sumber: https://mepow.wordpress.com)

Danau Sentani Dalam Cerita Rakyat

Hanya dengan sebuah harta karun berupa gelang Kristal (Heba), dan tiga biji manik-manik yang dalam bahasa suku Sentani disebut dengan Hawa, Hae dan Naro. Ondofolo (Kepala Suku) Walli bersama kerabatnya Hoboy, membeli air di penguasa pegunungan Robonsolo (Sekarang Cycloop) bernama Dobonay pada masa lalu, untuk meminta air bagi rakyatnya.

Ondoafi Wali dan Hoboi hidup di atas satu bukit yang disebut Yomokho di Kampung Donday, Sentani. Di atas bukit ini tidak ada air sebagai sumber kehidupan, maka Ondofolo bersama Hoboy naik ke Gunung Robonsolo untuk menghadap Dobonai, penguasa air dengan membawa sejumlah harta karun untuk membeli air.

Cerita berawal ketika masa lalu terjadi bencana kekeringan yang melanda seluruh daerah Sentani, dan berdampak pada kehidupan rakyat Sentani. Tak menunggu lama, Ondofolo langsung mengajak Hoboy untuk pergi membeli air keabadian (air yang tak pernah berhenti mengalir) kepada Dobonay di Gunung Robonsolo.

Baca  Danau Toba

Air itupun dibeli dari Dobonay, yang pada saat itu pembayarannya dilakukan kepada kedua anak Dobonay, yakni Bukunbulu dan Robonway. Meski sempat terjadi kesalahan dalam pembayaran, tetapi saat itu permasalah tersebut dapat ditengahi oleh Dobonay. Setelah mendapat air, Ondofolo Wali bersama kerabatnya pulang ke rumah.

Sebelum pamit, Dobonay berpesan agar di perjalanan nanti, jika bertemu hewan jangan diburu. Sebab, jika dilanggar, akan terjadi cobaan bagi mereka berdua. Tetapi karena sifat manusia, aturan tersebut dilanggar, Ondofolo Wali dan Hoboi melupakan pesan Dobonay, justru keduanya memburu seekor hewan yakni burung Kasuari.

Sebuah tembakan anak panah dari Haboy berhasil mengenai sasaran, namun alangkah kagetnya kedua manusia itu, sebab burung kasuari tersebut langsung menghilang bersamaan dengan air keabadian yang dibawa oleh keduanya.

Bersamaan dengan peristiwa tersebut, datanglah sebuah air bah dan menghanyutkan semua benda-benda yang berada disekitar tempat tersebut, dan selanjutnya air bah itu membentuk telaga raksasa yang saat ini dikenal dengan Danau Sentani.

Kejadian ini harus dibayar mahal dengan tenggelamnya anak Ondofolo Wali. Namun keteguhan dan rasa bertanggung jawab kepada rakyatnya, sang Ondofolopun sempaty meratap berlama-lama atas kematian anaknya itu.

Namun, dirinya langsung mengajak seluruh rakyatnya untuk secara bersama-sama menyampaikan ucapan syakur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan pemberian telaga raksasa yang terbentang dari Nolobu (Timur) Kampung Yokiwa hingga Waibu (Barat) Kampung Doyo dan sekitarnya yang berada hingga saat ini.

Baca  Danau Toba

Dengan peristiwa ini, Ondofolo Wali menyadari bahwa untuk memperoleh sesuatu yang baik harus ada pengorbanan, sekali pun itu adalah orang yang sangat dicintai. (Sumber: Kabarindonesia.Com)

Saat ini hampir setiap tahun diadakan festival Danau Sentani, yang makin lama semakin menarik minat bukan saja turis dalam negeri tapi juga dari mancanegara.

Danau Sentani dan KISAH KISAH TerSEMBUNYI

Kisah-kisah tersebunyi yang ada disekitar Danau Sentani dan kota Jayapura sudah saatnya diungkapkan. Inilah kisahnya. Dalam perjalanan dengan kendaraan sewaan dari kota Jayapura menuju Bandara Sentani saya mengobrol dengan pemilik mobil sewaan sekaligus supirnya. Ketika melewati wilayah-wilayah dari Jayapura hingga bandara saya mengatakan bahwa di perjalanan kita ini sebenarnya banyak wilayah-wllayah yang misterius.

Star Gate

Danau Sentani Misteri Star GateDi masa lalu di sekitar Jayapura terdapat sebuah peradaban yang saat ini sedang mengkamuflase dirinya. Sang sopirpun yang ternyata banyak bersahabat dengan para kepala-kepala sukupun mengatakan bahwa dari seorang kepala suku di sini dikatakan bahwa di sebuah wilayah dekat danau sentani terdapat sebuah tempat yang bisa menuju ke seluruh penjuru dunia. Saya mengatakan ya benar, tempat-tempat semacam ini banyak terdapat di Nuswantara. Saya mengatakan bahwa di masa lalu sudah terdapat teknologi yang membuat orang dapat teleportasi ke berbagai tempat di bumi maupun alam semesta lainnya. Dalam film-film tempat ini dikatakan StarGate. Sang sopirpun mengangguk-angguk tersenyum karena merasa mendapat pembenaran atas apa yang dikatakannya.

Baca  Danau Toba

Catatan: Disebuah pegunungan di sekitar Danau Sentani terdapat kandungan uranium yang sangat besar.

Danau Sentani | MultiverseiKetika bicara soal wilayah yang di kamuflase sang supirpun menjelasakan pernah ditunjukkan sebuah wiayah disekitar dok 9 yang terdapat peradaban dalam dunia paralel. Saya mengatakan bahwa dalam ruang dan waktu yang kita tempati ini sebenarnya bukan peradaban kita saja yang eksis. Ruang dan waktu yang kita tempati memiliki frekwensi atau dimensi yang sangat banyak. Ketika kita mampu meng-ubah frekwensi tubuh kita ke dalam frekwensi dan dimensi yang lain maka kita akan masuk dalam dunia didimensi dan frekwensi tersebut. (Untuk pembaca yang belum terbiasa dengan referensi seperti ini coba baca konsep Multiverse dan Teori Fisika Kuantum)

Danau Sentani | everything is energySegala sesuatu adalah energi yang berupa getaran dan frekuensi. Pikiran kita adalah getaran yang memiliki frekuensi. Sementara itu semesta ini terdiri dari berlapis-lapis dimensi yang memiliki range frekuensi masing-masing. Lapisan dimensi yang menjadi realita atau tampilan alam yang kita lihat adalah yang sesuai dengan range frekuensi getaran pikiran kita. Bila getaran pikiran kita bergeser ke range frekuensi lainnya maka tampilan alam akan berubah bagaikan kita mengganti saluran televisi.

Para leluhur Nuswantara di masa lalu mampu mengeksplorasi dimensi dan frekwensi tsb. Itulah sebabnya mereka dikatakan memiliki sains dan teknologi lebih tinggi dari peradaban saat ini.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker